Pustakawan

21 Februari 2010 dianenurhayati

BAB I

DESKRIPSI

Pada penelitian kali ini kita akan membahas Pustakawan SMP Negeri 40 Bandung, dengan nara sumber bernama Zamzam Muhammad Spd, beliau menjabat sebagai koordinator perpustakaan SMP Negeri 40 Bandung dengan pendidikan terakhir S1 PLS (Pendidikan Luar sekolah) Uninus tahun 1997 dan telah berpengalaman bekerja sebagai pustakawan lebih dari 4 tahun. Beliau memulai kerjanya dari pukul 07.00-14.00 WIB setiap hari senin sampai dengan jum’at..

1.1  Pengertian Pustakawan

Pustakawan SMP Negeri 40 Bandung yaitu pegawai perpustakaan yang khusus menangani dibidang perpustakaan. Pustakawan berdiri dibawah manajemen sekolah atau Kepala Sekolah.  SMP negeri 40 Bandung memiliki Pustakawan yang berstatus pegawai negeri sipil dan pegawai honorer dengan pendidikan terakhir yaitu Sarjana Kependidikan serta D3 Perpustakaan.

1.2  Tugas dan Fungsi Pustakawan

Tugas dari tenaga pustakawan yaitu: mengumpulkan, menyimpan, mengatur dan memelihara atau mendayagunakan bahan pustaka untuk kepentingan pengajaran dan pendidikan sekolah SMP Negeri 40 Bandung. Tugas kerjanya yaitu Perpustakaan, dan masyarakat pembacanya yaitu : siswa, guru, dan para staf serta masyarakat SMP Negeri 40 Bandung.

Fungsi pustakawan sekolah SMP Negeri 40 Bandung adalah membantu siswa dalam kegiatan belajar, menambah ilmu pengetahuan di perpustakaan. Tujuannya yaitu : untuk memenuhi kegiatan kurikulum dan ekstra kulikuler dan merangsang keingin tahuan anak dalam bidang ilmu pengetahuan dan mengembangkan bakat masing-masing peserta didik.

1.3  Organisasi Intern Pustakawan

Organisasi intern pustakawan SMP Negeri 40 Bandung, terdiri dari :

  1. Koordinator Perpustakaan

Koordinator Perpustakaan SMP Negeri 40 Bandung, dipegang oleh pegawai tata usaha yang merangkap sebagai koordinator perpustakaan. Beliau memiliki status Pegawai Negeri Sipil yang diberikan tugas oleh Kepala Sekolah yang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) dari Kepala Sekolah.

v  Tugas Koordinator Perpustakaan

à Merencanakan dan mengembangkan program perpustakaan dan membantu program Kepala Sekolah serta mengawasi seluruh kegiatan administrasi perpustakaan sekolah.

à Mengorganisisr personil yang terlibat diperpustakaan sekolah.

à Berkoordinasi dengan Kepala Sekolah, para PKS kaut TU dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar disekolah.

à Berkoordinasi dengan Kepala Sekolah dan para guru bidang studi untuk melakukan perencanaan dalam pengadaan bahan pustaka.

à Mengarahkan kepada guru pustakawan, tenaga administrasi, dan siswa tentang cara pengelolaan perpustakaan yang efektif.

à Membantu coordinator perpustakaan dalam perencanaan pengadaan buku/ bahan pustaka serta melakukan control pengawasan terhadap jalannya perpustakaan.

à Menyusun laporan bulanan, tahunan dalam pertanggung jawaban kepada Kepala Sekolah.

  1. Guru Pustakawan

Guru Pustakawan SMP Negeri 40 Bandung adalah tenaga Tata Usaha yang merangkap sebagai guru Pustakawan dengan latar belakang pendidikan D3 Perpustakaan yang bersertifikat Pustakawan.

v  Tugas Guru Pustakawan

à Membantu koordinator perpustakaan dalam perencanaan pengadaan buku/ bahan Pustaka.

à Mengolah bahan pustaka sesuai dengan aturan yang berlaku diantaranya adalah katalogisasai dan klasifikasi.

à Menyeleksi dan menilai bahan pustaka dalam rangka penentuan bahan koleksi.

à Membimbing tenaga administrasi dan siswa tentang cara pengolahan perpustakaan.

à Memberi layanan referensi dan penelusuran informasi.

à Menyediakan layanan bimbingan membaca dan mendorong minat baca pengunjung.

à Mengadakan promosi perpustakaan sekolah.

  1. Tenaga Administrasi

Tenaga Administrasi Perpustakaan SMP Negeri 40 Bandung yaitu tenaga rangkapan guru pustakawan yang pelaksanaannya diangkat oleh Kepala Sekolah melalui SK KEPSEK.

v  Tugas Tenaga Administrasi

à Mengerjakan pengisian buku induk perpustakaan

à Membantu mengolah bahan pustaka dan mengetik kartu anggota, label, serta buku perpustakaan.

à Penataan/ menyusun buku koleksi perpustakaan.

à Mengerjakan administrasi perpustakaan.

Pustakawan sangat diperlukan demi kelangsungan berdirinya suatu perpustakaan.

***

Nah, sekarang sudah tau kan.. mengapa kita sangat membutuhkan pustakawan…

Pustakawan membantu kelangsungan berdirinya sebuah perpustakaan. Sedangkan perpustakaan sangat diperlukan untuk menunjang kemampuan para siswa, baik dalam berpikir maupun menambah wawasan. Pustakawan juga membantu para siswa dalam menemukan buku, majalah serta informasi lainnya.

1.4  Pelayanan teknis Pustakawan

Pelayanan teknis pustakawan di SMP Negeri 40 Bandung, yaitu :

  1. Penyusunan Program Kerja Tahunan

Program kerja tahunan disusun oleh pustakawan SMP Negeri 40 Bandung, dengan isi antara lain :

BAB I : Pendahuluan, terdiri dari : Latar Belakang, maksud dan tujuan, Ruang lingkup, landasan serta sasaran.

BAB II : Pengorganisasian, terdiri dari : Struktur Organisasi Perpustakaan SMP Negeri 40 Bandung.

BAB III : Jadwal Kegiatan dan Rencana Kerja

BAB IV : Rencana anggaran pendapatan belanja sekolah.

BAB V : Penutup terdiri dari kesimpulan dan saran.

  1. Pelaksanaan Kegiatan teknis pustakawan

Pelaksanaan teknis pustakawan, terdiri dari :

a) Pengadaan

Pengadaan meliputi, pengadaan perlengkapan perpustakaan, seperti buku-buku bahan pustaka dan segala hal yang didedikasi khusus untuk perlengkapan perpustakaan. Pengadaan ini dilaksanakan tiap awal tahun ajaran. Tapi, untuk pengadaan buku pelajaran dan bahan pustaka dilaksanakan secara insidental dan cendrung menyerahkan pembelanjaaannya kepada kepala sekolah melalui bendahara sebagai pemegang kas, pengganti nota yang disodorkan oleh kepala sekolah.

b) Pengelolaan bahan Pustaka

Pengelolaan bahan pustaka, kegiatannya meliputi :

  1. Penyetempelan bahan buku/ bahan pustaka
  2. Mendaftarkan dan mencatat pada buku induk perpustakaan
  3. Memasang kelengkapan pada buku, seperti melabel/ nomor buku, kartu buku/ kartu tanggal peminjaman, catalog buku
  4. Membuat kartu catalog, bentuk kartu disusun dalam kotak yang telah tersedia diperpustakaan (lemari katalog).

c) Pengadministrasian, kegiatan teknis pengadministrasian ini meliputi :

  1. Pendataan anggota baru
  2. Membuat kartu anggota dan kartu pinjaman
  3. Membuat catatan buku pinjaman
  4. Pendataan ulang buku/ inventarisasi
  5. Administrasi layanan sirkulasi
  6. Pendataan buku pinjaman khusus untuk buku bos.

d) Layanan, Kegiatan teknisnya meliputi :

  1. Layanan sirkulasi yaitu, layanan peminjaman dan layanan pengembalian buku bahan pustaka.
  2. Memembimbing anggota perpustakaan baik secara kelompok maupun perorangan.
  3. Layanan referensi

e) Penataan, Kegiatan teknisnya meliputi :

  1. Penataan koleksi buku/ bahan pustaka.
  2. Penataan ruangan perpustakaan.

f) Pengembangan, Kegiatan teknisnya meliputi :

  1. Penambahan jumlah koleksi seperti majalah, buku fiksi dan non-fiksi
  2. Peningkatan dalam pelayanan
  3. Promosi (mengenalkan peranan perpustakaan dan koleksi bahan pustaka pada siswa baru maupun siswa lama).
  1. Laporan akhir tahun

Setiap akhir tahun ajaran, pustakawan sebagai pengelola perpustakaan membuat laporan akhir tahun untuk penanggung jawaban kepada sekolah, diantaranya :

  1. Pengelolaan bahan pustaka
  2. Keadaan ruangan dan perlengkapan perpustakaan\
  3. Layanan perpustakaan
  4. Realisasi anggaran
  5. Koleksi perpustakaan (jumlah buku/ dan jumlah non buku).

BAB II

KONSEP IDEAL PUSTAKAWAN

2.1  Pengertian Pustakawan

Pengertian pustakawan adalah seorang yang menyelenggarakan kegiatan perpustakaan dengan jalan memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan tugas lembaga induknya berdasarkan ilmu yang dimiliki melalui pendidikan (Kode Etik Pustakawan, 1998:1). Menurut definisi tersebut maka seseorang yang ingin menjadi pustakawan atau penyelenggara sebuah perpustakaan merupakan orang yang mempunyai pendidikan tertentu. Artinya tanpa bekal ilmu mengelola informasi janganlah bertekad mendirikan sebuah perpustakaan. Kecuali pengelola yang bersangkutan telah belajar mandiri (otodidak) mengenai penyelenggaraan suatu perpustakaan (pusat informasi). Sampai atau tidaknya sebuah informasi kepada pemakai akan tergantung kepada peran pustakawan. Pustakawan Indonesia yang ideal telah memenuhi persyaratan yaitu dari segi aspek profesional maupun aspek kepribadian dan perilaku. Aspek profesional artinya bahwa pustakawan Indonesia memiliki pendidikan formal ilmu pengetahuan. Selain itu juga dituntut gemar membaca, terampil, kreatif, cerdas, tanggap, berwawasan luas, berorientasi ke depan, mampu menyerap ilmu lain, objektif dan lain-lain. Sedangkan aspek kepribadian dan perilaku meliputi bertaqwa kepada Tuhan YME, bermoral Pancasila, mempunyai tanggung jawab social dan kesetiakawanan, memiliki etos kerja tinggi dan lain-lain.

2.2  Tugas dan Fungsi Pustakawan

Tugas pustakawan yaitu sebagai pengelolaan perpustakaan. Pengelola perpustakaan adalah kegiatan mengurus sesuatu, dapat diartikan sebagai mengurus atau menyelenggarakan perpustakaan (Kamus Besar Bahasa Indonesiai, 1976:469). Dengan demikian peran pustakawan tidaklah ringan seperti pendapat pada umumnya yang mengatakan bahwa seorang pustakawan merupakan pegawai tak bermutu yang kerjanya menunggui tumpukan buku-buku.

Fungsi pustakawan yaitu memberikan pelayanan kepada pemakai perpustakaan. Pelayanan pemakai yang diberikan oleh suatu perpustakaan pada umumnya meliputi pelayanan administrasi, pengadaan koleksi, dan pendayagunaan koleksi.

2.3  Kemampuan yang perlu dimiliki  Pustakawan

Pustakawan perlumempunyai kemampuan :

  1. Berkomunikasi yang baik sehingga dapat mengidentifikasikan keperluan informasi pengguna.
  2. Dapat berbahasa asing khususnya Bahasa Inggris sehingga mempermudah hubungan atau komunikasi internasional.
  3. Mengembangkan teknik dan prosedur kerja dalam bidangnya.
  4. Mampu melaksanakan penelitian di bidang perpustakaan untuk menentukan inovasi baru sebagai alternatif pemecahan masalah.

Kemampuan lain yang harus dimiliki oleh pustakawan di era informasi ini antara lain :

  1. Bersikap terbuka terhadap pengalaman dan penemuan baru.
  2. Senantiasa siap untuk menerima perubahan.
  3. Memiliki kepekaan yang baik terhadap lingkungan kerja maupun dirinya.
  4. Lebih banyak berorientasi ke masa kini dan akan datang.
  5. Yakin adanya potensi dalam dirinya.
  6. Tidak pasrah pada nasib dan peka terhadap perencanaan.
  7. Menyadari dan menghormati hak dan kewajiban pihak lain.

Kemampuan pustakawan yang profesional selain cermat juga harus aktif dan proaktif dalam menunjang program-program yang dilakukan oleh perpustakaan. Pustakawan juga harus berusaha untuk :

  1. Menjaga agar pengguna kembali berkunjung ke perpustakaan.
  2. Menarik simpati pengguna baru agar mau berkunjung ke perpustakaan.
  3. Menghilangkan pandangan yang keliru tentang prosedur, image dan layanan perpustakaan.
  4. Mampu membiayai operasional layanan yang berkualias.
  5. Meningkatkan kinerja seluruh staf perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan pengguna sehingga memperoleh feed back yang positif.

Komitmen tersebut hanya dapat dilakukan dengan melibatkan seluruh staf dalam perencanaan program-program perpustakaan. Pimpinan perpustakaan juga harus mampu mengembangkan perilaku positif diantara staf perpustakaan. Hal-hal tersebut akan memungkinkan perpustakaan :

  1. Menciptakan suasana welcoming bagi pengguna
  2. Menjaga arus pengguna supaya tetap atau bahkan meningkat.
  3. Memberikan layanan yang lebih pribadi.
  4. Berkomunikasi efektif dan terhormat.
  5. Mengubah keluhan menjadi kepuasan pengguna.
  6. Mendapatkan informasi tentang pilihan atas layanan dan minat pengguna terhadap

Dalam rangka menjalankan profesinya seorang pustakawan harus memiliki kepribadian. pustakawan harus berkepribadian superior. Adapun karakter kepribadian superior meliputi :

  1. Pertahanan Ego
  2. Percaya Diri
  3. Rela Berkorban
  4. Kesabaran
  5. Idealistik
  6. Tepat Janji
  7. Inovatif

2.4  Pelayanan teknis Pustakawan

Menurut Kotler dalam Tjiptono (2001:6), pelayanan (jasa) didefinisikan sebagai setiap tindakan atau perbuatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak lain yang pada dasarnya bersifat intangible (tidak berwujud fisik) dan tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu. Sebagaimana telah dijelaskan di atas, layanan perpustakaan tidak berorientasi kepada hasil fisik, meskipun demikian pustakawan tetap diminta untuk kreatif dalam menyajikan kemasan informasi yang diberikan kepada pemakai perpustakaan

Menurut definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pelayanan (jasa) adalah setiap tindakan atau aktivitas yang pada dasarnya tidak berujud fisik yang ditawarkan dari suatu pihak kepada pihak yag lain sehingga mendatangkan kepuasan atau kemanfaatan. Pengertian pelayanan yang dimaksud adalah pelayanan kepada masyarakat umum atau pelayanan pemakai perpustakaan. Pelayanan mempunyai sifat universal, artinya berlaku terhadap siapa saja yang menginginkannya. Oleh karenanya, pelayanan yang memuaskan pemakai memegang peranan penting agar perpustakaan dapat exis.

  1. Pelayanan administrasi meliputi: struktur organisasi, pendaftaran anggota perpustakaan, peraturan tata tertib penyelenggaraan perpustakaan, agenda surat menyurat. Keberadaan pengguna harus didata untuk pengaturan pemanfaatan koleksi. Pengelolaan data pengguna diolah dalam sistem yang telah ditentukan sehingga pengguna perpustakaan siap untuk mendayagunakan koleksi yang ada.
  2. Pelayanan pengadaan koleksi perpustakaan melaksanakan tugas-tugas pengadaan sarana dan prasarana penyelenggaraan suatu perpustakaan, sehingga tujuan pengelolaan perpustakaan dapat berjalan dan berkelanjutan. Pelayanan pengadaan melaksanakan tugas-tugas mengadakan koleksi perpustakaan dan juga peralatan sistem yang digunakan dalam menunjang kelancaran jalannya perpustakaan. Baik berupa perangkat lunak maupun perangkat keras.
  3. Pelayanan pendayagunaan koleksi perpustakaan merupakan jenis pelayanan perpustakaan yang mengolah informasi sedemikian rupa sehingga menjadi informasi yang siap pakai. Koleksi harus diberi ciri atau kode agar dikenali sebagai hak milik suatu perpustakaan atau pusat informasi tertentu. Kode bisa berupa cap atau tanda gambar tertentu yang menunjukkan hak kepemilikan. Selain itu, koleksi perlu diatur penempatannya pada rak-rak atau tempat yang disediakan agar tertata dan tersusun sesuai dengan pembagian kelompok bidang ilmu pengetahuan yang sedang berkembang. Pendayagunaan koleksi diharapkan informasi dari koleksi yang dimiliki suatu perpustakaan dapat digunakan sesuai kebutuhan pemakai peprustakaan. Hal ini sehubungan dengan pelayanan yang diberikan kepada pemakai perpustakaan agar informasi yang dibutuhkan siap pakai. Dalam hal pelayanan pendayagunaan koleksi, peran pemakai perpustakaan merupakan aset penting dalam penyelengaraan perpustakaan. Berkembang tidaknya suatu perpustakaan tergantung dari jenis layanan yang diminta pengguna. Tanpa pengguna, informasi yang disajikan suatu perpustakaan menjadi informasi yang basi dan tak berguna.

Lebih lanjut Moenir (1995:410) mengungkapkan perwujudan pelayanan yang didambakan adalah :

  1. Adanya kemudahan dalam pengurusan kepentingan dengan pelayanan yang cepat dalam arti tanpa hambatan yang kadang dibuat-buat
  2. Memperoleh pelayanan secara wajar tanpa gerutu atau sindiran yang mengarah kepada permintaan sesuatu, baik dengan alasan untuk dinas maupun kesejahteraan.
  3. Mendapatkan perlakuan yang sama dalam pelayanan terhadap kepentingan yang sama, tertib dan tidak pandang bulu. Pelayanan yang jujur dan terus terang.

Kualitas pelayanan dapat dibagi menjadi lima dimensi yaitu :

  1. Tangibles ( bentuk fasilitas fisik) Penampilan dan kemampuan sarana prasarana fisik harus dapat diandalkan.
  2. Reliabilitas (kehandalan): Kemampuan memberikan pelayanan sesuai dengan yang dijanjikan secara akurat dan terpercaya.
  3. Responsivitas (tanggapan) : Keinginan pustakawan untuk membantu pengguna dan memberikan pelayanan dengan cepat serta mampu mengatasi masalah yang timbul secara profesional.
  4. Jaminan : Pengetahuan dan kemampuan pustakawan serta keramahan dalam melaksanakan tugas dapat menjamin pelayanan yang baik, sehingga menimbulkan kepercayaan dan keyakinan pengguna.
  5. Empati
    Memberikan perhatian yang bersifat individual kepada pengguna dan berusaha untuk memahami keinginan dan kebutuhan pemakai.

BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Penilaian Pustakawan SMP Negeri 40 Bandung, berdasarkan uraian bab II.

Tenaga pustakawan yang dimiliki SMP Negeri 40 Bandung memiliki keterbatasan dibidang pengelola, selain jabatan pustakawan dirangkap dengan jabatan TU, tidak semua pustakawan SMP Negeri 40 Bandung menempuh pendidikan formal dibidang kepustakaan.

3.2 Penilaian Organisasi intern pustakawan SMP Negeri 40 Bandung

Organisasai intern pustakawan SMP Negeri 40 Bandung memiliki jalur pembinaan dengan organisasi vertical yaitu Dinas pendidikan kota, hal ini dikarenakan tuntutan UUD No 22 tahun 1999 tentang pemerintah daerah. Namun peraturan yang mengatur pola pebinaan/ pustakawan perpustakaan sekolah yang sesuai dengan surat edaran DRIJEN, DIKDASMEN, DEPDIKBUD kepada KAKANWIL DEPDIKBUD No 2627/ c T, 81 tanggal 21 april tentang pembinaan perpustakaan sampai saat ini belum ada.

Organisasi intern pustakawan SMP Negeri 40 Bandung saat ini sudah termasuk cukup ideal, dilihat dari segi pembagian tugas yang telah terkordinir dengan baik serta kerjasama anta tim work yang lain cukup pleksibel.

3.3 Penilaian pelayanan teknis pustakawan SMP Negeri 40 Bandung

Secara global pelayanan teknis pustakawan SMP Negeri 40 Bandung telah mendekati posisi cukup ideal, namun keterbatasan dibidang sarana, kecanggihan tekhnologi serta indivual tenaga teknis nya sendiri masih sangat perlu ditingkatkan.

Untuk selanjutnya dari kegiatan teknis dapat diberikan penilaian secara singkat, yaitu :

  1. Pengadaan

Pengadaan bahan pustaka dalam pembinaan perpustakaan sekolah disebut akuisisi, bagi perpustakaan SMP Negeri 40 Bandung akuisisi belum melaksanakan sebagaimana mestinya, karena dalam pelaksanaannya masih mengadakan bahan pustaka berdasarkan pemesanan, dan baru diadakan dalam keadaan yang sangat mendesak dan terpaksa.

  1. Pengelolaan bahan Pustaka

Pengelolaan bahan pustaka cukup baik. Setelah buku baru diterima dilakukan pemeriksaan sesuai fakur yang diterima yang telah ditandatangani selanjutnya buku disimpan dan dikelola dengan baik.

  1. Pengadministrasian

Pengadministrasian yang dilakukan sangat baik, perkembangan jumlah anggota baru perpustakaan sangat terpantau, pemberin kartu anggota dan kartu pinjaman buku menggambarkan tertib administrasi sekaligus memudahkan dalam pengorganisasian banyaknya buku yang dipinjam.

Pustakawan SMP Negeri 40 Bandung, pada setiap awal tahun ajaran baru, juga melaksanakan pendaftaran ulang atau registrasi dan inventarisasi buku/ bahan pustaka. Ini bertujuan untuk pengecekan buku/ bahan pustaka yang tersedia pada awal tahun ajaran yang didistribusikan kepada anggota sdalam tahun berjalan dan dikembalikan setiap akhir tahun ajaran, sehingga kegiatannya meliputi :

  1. Pengecekan buku yang rusak/ hilang dan buku yang tidak dikembalikan
  2. Pengecekan tambahan buku koleksi yang tidak dikembalikan
  3. pengecekan buku bahan koleksi yang ada diperpustakaan
  4. penghapusan buku bahan koleksi yang rusak, hilang, atau yang sudah tidak terpakai (ganti kurikulum).
  5. Pelayanan

Layanan yang dilakukan pustakawan SMP Negeri 40 Bandung diantaranya : layanan sirkulasi, yaitu sistem terbuka, sistem pelayanan ini sangat baik, namun pelaksanaannya belum dilaksanakan secara maksimal, mengingat tenaga pustakawan yang masih terbatas.

  1. Penataan

Penataan ini meliputi penataan ruangan semua koleksi, pustakawan SMP Negeri 40 Bandung telah melakukannya dengan baik, bahkan setiap akhir tahun sealu diadakan evaluasi dan perubahan dalam mengtur ruangan supaya dapat memudahkan dalam memberikan layanan.

  1. Pengembangan

Pengembangan ini sangat terbatas, pustakawan SMP Negeri 40 Bandung melakukan pengembangan meliputi penambahan jumlah koleksi, belum menyentuh aspek SDM seorang putakawan.

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

Profesi sebagai seorang pustakawan harus aktif kreatif melakukan pengembangan diri dalam rangka penyelenggaraan perpustakaan yang berorientasi pada kepuasan pemakai informasi. Peran dan tanggungjawab seorang pustakawan menjadi tolok ukur kepuasan pemakai. Peran pustakawan dituntut untuk mendengarkan dan menerima ‘suara-suara’ pelanggan dengan lapang dada demi kemajuan dan peningkatan pelayanan. Pesatnya peredaran informasi membuat profesi pustakawan harus mau bekerjasama dalam tim kerja dengan profesi bidang lain. dengan tim kerja yang solid dalam mengelola informasi (Profesionalisme Pustakawan di Era Global, 2001).

Dalam Occupational Outlook Handbook (2000) disebutkan bahwa pustakawan profesional adalah mereka yang membina dan mengembangkan program dan sistem informasi yang diberikan secara tepat, dan dapat memenuhi kebutuhan pengguna.

Berdasarkan realitas. Mayoritas pustakawan yang ada di Indonesia masih banyak keterbatasan baik dari segi pendidikan formal serta ketenagaan yang tersedia.

Saran :

Dengan memperhatikan kesimpulan diatas, perpustakaan sebagai tempat belajar, maka sudah waktunya sekolah atau pihak-pihak tertentu baik pemerintah mulai memperhatikan perpustakaan dan waib memberikan dukungan dengan memperbaiki segala kekurangan termasuk tenaga pustakawan yang berperan banyak dalam tumbuh dan berdirinya sebuah perpustakaan.

About these ads

Entry Filed under: Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Halaman

Kategori

Kalender

Februari 2010
S S R K J S M
« Jan    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Most Recent Posts

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: